Sebenarnya agak random beli buku ini (apalagi membacanya lebih random). Sebenarnya cuma pengen tau novel remaja itu isinya seperti apa selagi dalam masa pengangguran setengah bulan. Sebenernya hal random utama adalah karena ngelihat cover yang edisi internasional ini bagus, ahh impulsif (Tapi memang cover yang edisi internasional lebih bagus dari edisi bahasa indonesia).Namun satu lagi hal bisa dipetik dari dalam buku ini, penggambaran bagaimana dalam psikis pada keluarga yang hancur karena perceraian pada anak-anaknya. (ahh entah kenapa dua buku terakhir yang terbaca ada topik seperti ini. Satul lagi adalah For One More Day punya Mitch Albom)

Sebenarnya agak random beli buku ini (apalagi membacanya lebih random). Sebenarnya cuma pengen tau novel remaja itu isinya seperti apa selagi dalam masa pengangguran setengah bulan. Sebenernya hal random utama adalah karena ngelihat cover yang edisi internasional ini bagus, ahh impulsif (Tapi memang cover yang edisi internasional lebih bagus dari edisi bahasa indonesia).

Namun satu lagi hal bisa dipetik dari dalam buku ini, penggambaran bagaimana dalam psikis pada keluarga yang hancur karena perceraian pada anak-anaknya. (ahh entah kenapa dua buku terakhir yang terbaca ada topik seperti ini. Satul lagi adalah For One More Day punya Mitch Albom)

"Setiap buku mengajarkan sesuatu hal, dengan caranya masing-masing"buku fiksi kecil berhalaman 197 ini menginspirasi jauh lebih besar dari ukurannya. Walau yang edisi internasionalnya berharga US$ 9, tetap nggak memberi penyesalan untuk membeli :)Tema yang dibawa sangat sederhana, memori hubungan seorang ibu dan anak.Sungguh ekplorasi cerita dan cara penulisan yang luar biasa dari topik yang sangat umum ini.Plot utama cerita adalah dalam dampak psikis pada keluarga yang hancur karena perceraian yang dikisahkan melalui kisah seorang anak dan ibunya. Hingga muncul pertanyaan “Apa yang akan kaulakukan seandainya kau diberi satu hari lagi bersama orang yang kausayangi? untuk memperbaiki kesalahan yang telah  kau lakukan?”Secara pribadi, hal yang paling menyentuh dari buku ini adalah kisah kasih sayang abadi seorang ibu untuk anaknya. Dimana dia selalu berdiri untukmu, walaupun berkali-kali kamu menyakitinya.Ya. Beberapa kali sempat berhenti nggak kuat baca kalau sampai bagian-bagian seperti ini. otomatis terbayang bagaimana dulu sering salah sama ibu dan gimana si ibu tetep jadi orang yang paling mengerti anak laki-lakinya ini :’( 


Judul Buku : For One More Day
Penulis       : Mitch Albom

"Setiap buku mengajarkan sesuatu hal, dengan caranya masing-masing"

buku fiksi kecil berhalaman 197 ini menginspirasi jauh lebih besar dari ukurannya. Walau yang edisi internasionalnya berharga US$ 9, tetap nggak memberi penyesalan untuk membeli :)

Tema yang dibawa sangat sederhana, memori hubungan seorang ibu dan anak.Sungguh ekplorasi cerita dan cara penulisan yang luar biasa dari topik yang sangat umum ini.

Plot utama cerita adalah dalam dampak psikis pada keluarga yang hancur karena perceraian yang dikisahkan melalui kisah seorang anak dan ibunya. Hingga muncul pertanyaan “Apa yang akan kaulakukan seandainya kau diberi satu hari lagi bersama orang yang kausayangi? untuk memperbaiki kesalahan yang telah  kau lakukan?”

Secara pribadi, hal yang paling menyentuh dari buku ini adalah kisah kasih sayang abadi seorang ibu untuk anaknya. Dimana dia selalu berdiri untukmu, walaupun berkali-kali kamu menyakitinya.

Ya. Beberapa kali sempat berhenti nggak kuat baca kalau sampai bagian-bagian seperti ini. otomatis terbayang bagaimana dulu sering salah sama ibu dan gimana si ibu tetep jadi orang yang paling mengerti anak laki-lakinya ini :’(

Judul Buku : For One More Day

Penulis       : Mitch Albom

Fenomena Blood Moon (Gerhana Bulan Merah) :D8 Oktober 2014Penjelasaannya bisa dilihat di blognya mbah guru rovicky:http://rovicky.wordpress.com/2014/10/02/bulan-kembali-merah-8-oktober-2014/

Fenomena Blood Moon (Gerhana Bulan Merah) :D

8 Oktober 2014

Penjelasaannya bisa dilihat di blognya mbah guru rovicky:

http://rovicky.wordpress.com/2014/10/02/bulan-kembali-merah-8-oktober-2014/

ginnanggraeni:

Tidak ada yang namanya kebetulan.. Bahkan daun jatuh pun sudah diperhitungkan..

ginnanggraeni:

Tidak ada yang namanya kebetulan.. Bahkan daun jatuh pun sudah diperhitungkan..

zakiyah-ashshofi:

Wkwkwkwwkwkwk bener sih

zakiyah-ashshofi:

Wkwkwkwwkwkwk bener sih

hanakochan:

isnidalimunthe:

Ini unyuuuuuu. Kata-kata khas enjiner, cuek-cuek nyesssssssss :”“”“”“)
Happy Engineers Day! \=D/
BerSEMANGAT!!

Hahaha

hanakochan:

isnidalimunthe:

Ini unyuuuuuu. Kata-kata khas enjiner, cuek-cuek nyesssssssss :”“”“”“)

Happy Engineers Day! \=D/

BerSEMANGAT!!

Hahaha

isnidalimunthe:

Cikiciwwwww! :):):)

(Source: ridhoferd)

See? Simplification in your life

See? Simplification in your life

There are infinite numbers between 0 and 1. There’s .1 and .12 and .112 and an infinite collection of others. Of course, there is a bigger infinite set of numbers between 0 and 2, or between 0 and a million.

There are infinite numbers between 0 and 1. There’s .1 and .12 and .112 and an infinite collection of others. Of course, there is a bigger infinite set of numbers between 0 and 2, or between 0 and a million.

Load More

Older>

Warnai Kamarmu

Tertanda Ganar Firmannanda, mahasiswa biasa Teknik Perminyakan ITB, Bandung, Jawa Barat

http://ganarfirmannanda.wordpress.com/

http://www.facebook.com/ganar.firmannanda

http://twitter.com/ganar_f

Latest Tweets

Sorry, the Twitter API is overloaded. Try again later.